Video Of Day

ads

Selayang Pandang

Dulu di Belitung Ada Pemandangan Seperti Letusan Gunung Berapi, Ternyata Asap Orang Membuka Ladang


PETABELITUNG.COM - Pemandangan seperti gunung berapi meletus tampak di pulau Belitung saat orang sedang berlayar di laut Cina Selatan.
Hal ini diungkapkan dalam buku Gedenkboek Billiton Jilid 2 halaman 208-209 terbitan tahun 1927.
Pemandangan seperti gunung berapi itu berasal dari asap yang membumbung tinggi dari berbagai titik di pulau Belitung.
Tapi ternyata pemandangan itu adalah buah dari hasil pembakaran hutan yang dilaukan oleh penduduk lokal di pulau Belitung.
Pembakaran hutan dilakukan dalam rangka membuka ladang.
"Pada masa pembakaran ladang ini, orang yang berlayar di Laut Cina Selatan melihat asap tebal mengepul ke arah langit. Pada waktu malam hari asap itu terlihat kemerah-merahan, sehingga saat itu seakan-akan telah terjadi letusan gunung berapi di semua daratan pulaunya," tulis buku tersebut.
Mengenai teknik pembakaran juga dijelaskan dalam buku tersebut.
Kegiatannya dimulai pada musim angin tenggara. Saat itu para kerabat pemilik lahan berkumpul menemui Dukun Huma (Dukun Ladang). Kemudian dukun memberikan petunjuk mengenai waktu yang tepat untuk memulai pekerjaan dan lahan mana yang paling baik. Meskipun Dukun seorang pakar cuaca yang baik, dia tetap juga menggunakan kalender pertanian dari beberapa rasi bintang termasuk Sabuk Orion.
Jika sudah diperoleh lahan yang tidak 'pemali' (tabu) maka si Dukun merencanakan pada bulan Juni saat angin Timur-Barat menebang jalur-jalur pembakaran di sekitar lahan dan membagi tugas untuk setiap keluarga yang berpartisipasi.
Selanjutnya adalah menebang hutan yang merupakan pekerjaan yang membutuhkan kecekatan dan hal ini sangat berbahaya untuk dilakukan selain oleh penduduk lokal.
Pertama caranya adalah menebang pohon-pohon kecil dan mendistribusikannya secara merata ke seluruh area.
Setelah itu mereka menebang pohon besar menggunakan bliung, yakni kapak kecil yang sangat kuat dengan gagang tipis merah muda. Mereka menebang dengan memperhatikan arah angin sehingga pohon tumbang ditiup angin. Trik selanjutnya adalah menebang pohon besar secara acak agar ia bisa mengkover hutan pada musim kering. Dengan cara ini mereka mendapatkan keberhasilan yang baik.
Saat musim timur tiba, hutan yang telah ditebang akan mengering dan selanjutnya dibakar.
"Segera setelah angin timur yang panas membuat dedaunan dan ranting-ranting agak layu, obor dimasukkan dan jadilah hutan itu lautan api," kata si penulis dalam buku Gedenkboek.
Tradisi membuka ladang dengan cara membakar ini sudah dilakukan secara turun temurun sejak lama. Hingga kini cara-cara tersebut terkadang masing sering dilakukan oleh para petani tradisional di pulau Belitung.(*)

Foto ini berjudul: Sebuah Ladang (bagian hutan yang terbakar untuk menanam padi kering). repro petabelitung.com 2019/Gedenkboek Billiton Jilid 2 tahun 1927.
Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Wahyu Kurniawan
Sumber: petabelitung.com.