Video Of Day

ads

Selayang Pandang

Ini Kondisi Gunong Tajam 145 Tahun Lalu Menurut Ahli Botani dari Kebun Raya Bogor

PETABELITUNG.COM - Seorang ahli botani Hindia Belanda Johannes Elias Teijsmann diketahui pernah mengunjungi Belitung pada tahun 1875 atau sekitar 145 tahun yang lalu. JE. Teijsmann selama kehidupannya di Hindia Belanda (1830-1882), dikenal berjasa dalam mengembangkan Kebun Raya Bogor. 

Kunjungan JE. Teijsmann ke Belitung dimuat dalam laporannya yang berjudul “Bekort Verslag  Eener Dienstreis Naar Billiton, de Karimata-eilanden en Landak ter Westkust van Borneo van 5 Mei t/m. 17 October 1875”. Sesuai dengan bidang keahliannya, pada laporan tersebut JE. Teijsmann menguraikan vegetasi pada berbagai tempat yang dikunjunginya di Belitung. Salah satu tempat yang diuraikan vegetasinya oleh JE. Teijsmann adalah bukit Gunong Tajam, yang dikunjunginya dari tanggal 2 hingga 5 Juni 1875.

Menurut pengamatan JE. Teijsmann kala itu, di dataran sekitar kaki Gunong Tajam terdapat padang yang luas dengan vegetasi semak belukar (struikgras). Padang di kaki Gunong Tajam tersebut sangat tidak cocok untuk bercocok tanam sehingga yang ada hanyalah kayu-kayu muda dan tanaman semak (kreupelhout), seperti

1. Baeckia frutescens

2. Leptospermum amboinense

3. Jambosa bifolia

4. Rhodomyrtus tomentosa (keremunting)

5. Rhodamnia cinereal

6. Tristania obovate

7. Mytarceen

8. Drosera burmannii

9. Leucopogon malayanum

10. Gramine├źn

11. Filices

Judul laporan Teijsmann.

Keterangan Teijsmann tentang kunjungannya ke Gunong Tajam pada tanggal 2 Juni 1875.


Kemudian, di kaki Gunong Tajam kondisi tanahnya lumayan subur sehingga cukup banyak ditemukan pohon-pohon besar. Akan tetapi, pohon-pohon besar tersebut kebanyakan satu jenis yang sama. Selanjutnya, pada punggung Gunong Tajam tidak memiliki jenis vegetasi khusus, yang ada hanyalah bebatuan. Di antara bebatuan tersebut terdapat ladang yang digarap oleh penduduk sekitar. 

Menurut pengamatan JE. Teijsmann, daerah sekitar bebatuan tersebut memang cenderung lebih subur ketimbang padang seputar kaki Gunong Tajam. Jika dilihat dari puncak Gunong Tajam, ladang-ladang tersebut berwarna hijau kekuningan, sedangkan daerah padang yang tidak subur terlihat seperti dataran rumput berwarna abu-abu. Selain itu, di daerah punggung Gunong Tajam juga belum bisa ditemukan vegetasi khas pegunungan. Vegetasi khas pegunungan baru ditemukan pada puncak Gunong Tajam. Vegetasi pegunungan tersebut, seperti

1. Osbeckia

2. Hymenophyllaea

3. Ardisia

4. Orchideen (anggrek)

5. Filices

6. Musci

Foto ilustrasi: Suasana puncak Gunong Tajam tahun 2020. Sumber foto: facebook fanspage Pokdarwis Gurok Beraye Gunung Tajam-Belitung. repro by petabelitung.com 2020.

Demikian artikel tentang Kondisi Gunong Tajam 145 Tahun Lalu Menurut Ahli Botani dari Kebun Raya Bogor. Semoga bermanfaat.(*)

Penulis: Dony A. Wijaya

Editor : Wahyu Kurniawan

Sumber: petabelitung.com