Video Of Day

ads

Selayang Pandang

Bilang WOW Usai Dengar Sejarah Timah, Siswa Sekolah Internasional Antusias Saat Diajak Ngelimbang di Atas Kan


PETABELITUNG.COM - Sebanyak 20 siswa kelas 9 SMP, sekolah internasional Sampoerna Academy Jakarta menikmati kunjungan belajarnya di kawasan pantai Gusong Bugis Desa Juru Seberang, Belitung, Kamis (19/9/2019).
Mereka diajak mengobservasi mangrove, budidaya kepiting, dan berinteraksi dengan anak-anak Suku Sawang.
Pada satu sesi, mereka juga diberikan materi singkat tentang sejarah timah Belitong. Materi tersebut disampaikan oleh KPSB Peta Belitung bersama dengan HKm Juru Seberang Bersatu.
Para siswa yang terbiasa berbahasa Inggris dalam kelas ini tampak terkesan saat mengetahui bahwa sebagian bahan baku dari ponsel mereka berasal dari timah. Dan pulau Belitung sejak zaman kolonoal telah menjadi salah satu penghasil timah dunia.
Bahkan tempat mereka sekarang berwisata adalah sebuah areal bekas tambang timah yang dulu pernah digarap oleh kapal keruk. Lalu saat ditanya apakah mereka pernah melihat timah? Semua kompak menjawab, belum!
Mereka juga diberi tahu bahwa pulau Belitung adalah tempat dirintisnya sebuah perusahaan tambang internasional yang sekarang bermarkas di Australia. Hal itu membuat beberapa siswa kemudian mengajukan pertanyaan.
Mengapa perusahaan itu sekarang bermarkas di Australia?
Dijawab bahwa sewaktu Indonesia memasuki era kemerdekaan, pemerintah memutuskan tidak memperpanjang izin perusahaan tersebut.
Lalu usaha perusahaan tersebut di Belitung dikelola oleh pemerintah Indonesia lewat bandan usaha nasional yang sekarang bernama PT Timah.
Beberapa siswa kemudian tampak kaget dan seketika bilang wow.
Lalu mereka bertanya ke mana timah-timah dari Belitung ini dijual?
Dijawab, timah adalah komoditas internasional sehingga perdagangannya dilakukan di pasar dunia.
Dan beberapa siswa sekali lagi serentak bilang wow.
Mereka kemudian diajak untuk melihat simulasi penambangan timah tradisional menggunakan bak air yang dalam budaya Belitong disebut Kan.
Beberapa dari mereka kemudian tampak antusias untuk menjajal langsung cara menambang timah tradisional menggunakan kuali.
Bahkan satu di antaranya sampai lepas sepatu dan naik ke atas Kan.(*)





Penulis : Wahyu Kurniawan
Editor : Wahyu Kurniawan
Sumber : petabelitung.com