Video Of Day

ads

Selayang Pandang

Pionir Perusahaan Tambang Timah Belitung, John Francis Loudon


Lahir di Rotterdam, 21 Mei 1821 dan meninggal di Den Haag, 24 Agustus 1895, John Francis Loudon adalah pionir usaha pertambangan besar di Pulau Belitung. Ia menjadi pionir bagi perusahaan tambang raksasa dunia BHP Billiton.

Loudon adalah anak ketiga dari marinir Skotlandia Alexander Loudon (Tunnadice Skotlandia 1789-Rotterdam 1839) dan Susanna Gaspardina Valck. 

Alexander Loudon bertugas di Jawa 1811 saat masih di bawah kekuasaan Inggris. Ia kemudian menikah dengan Susanna dan melahirkan Loudon.

Loudon berusia 35 tahun
Loudon dibesarkan di jawa dan fasih berbahasa melayu. Menurut Bert Manders penyusun buku ‘De ontdekking van Tin op het eiland Billiton’ (Ditemukannya timah di pulau Belitung, Red), kemampuan berbahasa melayu inilah salah satu kunci sukses membesarkan pertambangan timah di pulau Belitung.

Berikut ini sejumlah catatan dan sumber-sumber mengenai Loudon.

Pada usia 30 tahun ia berkunjung ke Belitung, sumber : http://nl.wikipedia.org/wiki/John_Francis_Loudon

Loudon berusia 50 tahun

Buku harian Loudon di simpan di Arsip Nasional Belanda, sumber : http://www.rnw.nl/…/untung-dari-belitung-jadi-raksasa-billi…

Yang mau beli buku hariannya dengan judul 'De Eerste Jaren Der Billiton-Onderneming' bisa mengakses link ini : http://opentrolley.co.id/book_detail.aspx?ean=9781247562728
Harga bukunya kurang lebih : Rp 209.000


Namun bila tak mau repot, buku Loudon juga bisa dibaca di Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Belitung di Jalan A.Yani, Tanjungpandan. Kabar baiknya lagi, buku ini sudah diterjemahkan oleh Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Belitung pada tahun 2015.(Wahyu Kurniawan)